Monday, 19 October 2026
STAI Jannatul Firdaus Menu
Navigasi
Kategori
Label

Sejarah

0 Views

Sejarah Singkat dan Perjuangan Pendirian STAI Jannatul Firdaus

"Dari Sebuah Doa, Tumbuh Menjadi Cahaya Ilmu"

Perjalanan lahirnya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Jannatul Firdaus bukanlah kisah yang lahir dalam semalam. Ia adalah buah dari doa panjang, pengorbanan tanpa pamrih, dan cinta tulus terhadap pendidikan Islam. Di balik berdirinya lembaga ini, ada sosok yang menjadi pilar utama — Abuya Tgk. H. Syarifuddin As-Singkily, M.A., Hj. Ratna Dewi, S.Tr.Keb., M.H.,  Ustadzah Raudhatus Syarifah, S.Pd. dan Ust. Dr. Agus Suryadi, M.Pd.

Mereka memiliki satu kesatuan niat dan perjuangan — membangun peradaban ilmu di Kota Subulussalam, tanah kelahiran ulama besar Syeikh Hamzah Fansuri.

Awal Sebuah Perjuangan

Sejak tahun 2001, Abuya Tgk. H. Syarifuddin As-Singkily telah menanamkan benih awal pendidikan melalui Pondok Pesantren Terpadu Jannatul Firdaus. Lembaga ini berdiri di atas sebidang tanah yang dibeli Abuya sendiri dari seorang non-muslim di masa konflik Aceh — tanah yang kemudian disucikan oleh niat luhur untuk mendidik generasi umat.

Nama Jannatul Firdaus bukan sekadar nama indah, melainkan kenangan spiritual Abuya terhadap Toko Buku dan Kitab Firdaus yang pernah beliau dirikan semasa studi di luar negeri. Nama itu adalah doa agar tempat ini menjadi taman surga bagi para pencari ilmu.

Dengan latar pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, dan Aligarh Muslim University, India, Abuya membawa pulang semangat keilmuan dunia Islam. Sistem kurikulum yang diterapkan di pesantren memadukan pendidikan modern di dalam kelas dan tradisi salaf melalui pengajian kitab klasik, ditambah program unggulan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Tahfidzul Qur’an.

Dari Pesantren ke Perguruan Tinggi Islam

Seiring berjalannya waktu, Abuya bersama keluarga melihat kenyataan bahwa banyak santri dan guru dayah memiliki ilmu yang luas dan berkualitas, namun belum memiliki legalitas akademik berupa gelar sarjana. Dari sanalah muncul tekad untuk mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Jannatul Firdaus — sebagai jembatan antara ilmu klasik dan sistem pendidikan tinggi yang diakui negara.

Perjalanan menuju pendirian STAI tidak mudah. Segala hal harus diperjuangkan — mulai dari biaya, waktu, tenaga, hingga doa tanpa henti. Langkah Proses Pembentukan Panitia pada Tanggal 22 Oktober 2021, kemudian ke tahap Assesmen kampus pada tahun 2022 semua itu dibantu oleh para tokoh dan sahabat seperjuangan, di antaranya Dr. Fahrul Rijal, Dr. Misnan, (Alm.) Prof. Dr. Gunawan, serta banyak pihak lain yang turut berjuang dalam pendirian STAI Jannatul Firdaus.

Perjuangan yang Menyatukan Hati

Tak jarang perjuangan itu diwarnai air mata. Ketika dana terbatas, mereka tidak berhenti berusaha; ketika lelah datang, mereka saling menguatkan dengan doa. Dalam setiap kesulitan, selalu ada keyakinan bahwa “jika niatnya lillahi ta’ala, maka Allah akan bukakan jalan.”

Dengan izin Allah dan dukungan masyarakat, STAI Jannatul Firdaus pada tanggal 21 Mei 2025 telah ditandatangani oleh Menteri Agama Kyai Prof Nasaruddin Umar dan telah diserahkan langsung oleh Prof Askal pada tanggal 31 Agustus 2025 membawa legalitas Surat keputusan Kementerian Agama No 575 Tahun 2025 dengan 2 Jurusan dan 4 Program studi pertama Tarbiyah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) dan Syariah 3 Program Studi (HES,HKI,HPI) yang beralamat  di Jalan Firdaus  No. 10A, Kota Subulussalam, lokasi strategis yang memudahkan akses bagi mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah.

Warisan untuk Generasi Umat

Kini, STAI Jannatul Firdaus bukan sekadar institusi pendidikan. Ia adalah manifestasi cinta keluarga besar Jannatul Firdaus terhadap ilmu dan dakwah. Ia menjadi tempat di mana para santri, guru, dan masyarakat menemukan makna baru tentang perjuangan — bahwa membangun pendidikan bukan hanya mendirikan bangunan, tapi menegakkan cahaya peradaban.

Di bawah bimbingan Abuya Tgk. H. Syarifuddin As-Singkily dan keluarga, semangat itu terus menyala. Dari sebuah pondok sederhana kini tumbuh menjadi lembaga yang memberi arah bagi masa depan pendidikan Islam di Kota Subulussalam dan sekitarnya.

“Kami tidak hanya membangun kampus, tapi membangun harapan.
Kami tidak hanya mencetak sarjana, tapi menumbuhkan pejuang ilmu.”

Semoga perjuangan suci ini menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat, dan semoga STAI Jannatul Firdaus senantiasa menjadi taman surga ilmu bagi generasi yang datang kemudian.

Beranda
Berita
SPMB
Program
Fasilitas